Asam Urat
Asam urat merupakan produk akhir dari
metabolisme purin. Dan dalam keadaan
normalnya, 90% dari hasil metabolik nukleotida adenine, guanine dan hipoxantine
akan digunakan kembali sehingga akan terbentuk menjadi adenosine monophospate
(AMP), inosine monophospate (IMP) dan
guanosine monophospate (GMP) oleh adenenin phosphoribosyl tranferase
(APRT) dan hipoksantin guanine
phosphoribosyl tranferase (HGPRT).
Hanya sisanya yang akan diubah menjadi xantin dan selanjutnya akan
diubah menjadi asam urat oleh enzim xantin oksidase.
Asam urat termasuk asam lemah dan merupakan kristal putih
yang tidak berbau dan tidak berasa serta sangat sukar larut dalam air.
Asam
urat didalam darah di filtrasi secara bebas oleh glomerulus dan hampir
seluruhnya di reasorbsi didalam tubulas proksimal ginjal. Lalu sebagian kecil asam urat yang di
reasorbsi tersebut kemudian akan disekresikan di nefron distal dan kemudian di
ekskresikan melalui urin.
Kadar
Normal Asam Urat
Kadar
asam urat pada pria dan wanita berbeda.
Kadar asam urat normal pada pria 3,5 – 7 mg/dl sedangkan pada wanita 2,6
– 6 mg/dl, jika melebihi dari kadar tersebut maka dikatakan mengalami
hiperurisemia.
Kadar
Purin dalam Makanan
Bahan
makanan yang mempunyai kandungan purin yang tinggi dapat meningkatkan kadar
asam urat dalam urin sekitar 0,5 – 0,75 gr/ml.
Kandungan Purin dalam Makanan
Kadar Tinggi
Sebaiknya
Dihindari
(150-100
mg/100gr)
|
Kadar Sedang
Dapat
dikonsumsi sekali-sekali
(50-150
mg/100 gr)
|
Kadar Rendah
Bebas
Dikonsumsi
(0-50 mg/100 gr)
|
· Makanan
laut/ikan: Ikan sardine,
· Organ
dalam: Hati ayam, ikan, kuah daging, otak ikan, ayam, dll.
· Kacang-kacangan.
|
· Daging
: sapi, kambing, ayam, bebek, kalkun.
· Makanan
laut : kerang, kepiting
· Sayuran
: kembang kol, bayam, dll.
|
· Roti,
sereal, kopi, susu, telur, buah, beras, gula, tomat, dll.
|
Gout Arthritis
Gout adalah penyakit
dimana terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat
produksi yang meningkat, pembuangannya melalui ginjal yang menurun, maupun
akibat tingginya asupan makanan kaya purin. Gout disebabkan kondisi cairan tubuh
sangat jenuh akan asam urat berkadar tinggi.
Gout ditandai dengan
serangan berulang dari arthritis
(peradangan sendi) yang akut, kadang-kadang disertai pembentukan kristal
natrium urat besar yang dinamakan tophus, deformitas (kerusakan) sendi secara
kronis, dan cedera pada ginjal.
Gout arthritis atau
disebut juga penyakit asam urat karena tingginya kadar metabolisme zat purin
yang berasal dari makanan yang kita konsumsi, yang tidak mampu difiltrasi oleh
ginjal sehingga akan menjadi kristal asam urat yang akan mengendap dalam rongga
sendi. Penyakit gout terbagi atas 2 yaitu gout
primer dan gout sekunder:
1.
Gout Primer
Penyebab
penyakit ini belum diketahui secara pasti.
Bisa merupakan gabungan dari faktor genetik dan hormonal yang
mengakibatkan produksi asam urat berlebihan sehingga menganggu metabolisme
tubuh.
2.
Gout
Sekunder
Gout ini disebabkan oleh
cara mengkonsumsi makanan yang tidak tepat.
Orang menderita penyakit gout
sekunder cenderung dalam memilih makanan
lebih menyukai hidangan daging yang berpotensi meningkatkan kadar asam urat
dalam tubuh.
Penyebab
Penyebab
asam urat di bagi dalam
3 bagian, yaitu:
- Penyebab Primer
Yang
berarti tidak ditemukan penyakit atau sebab lain, seperti kelainan genetik,
fisiologi maupun anatomi.
- Penyebab Sekunder
Dapat
diakibatkan oleh mekanisme over
production (peningkatan produksi), seperti adanya gangguan metabolism purin
pada defisiensi enzim
glucose-6-phosphatase atau fructose-1-phospate
aldolase. Sedangkan mekanisme undersecretion (penurunan sekresi) juga
bisa ditemukan salah satunya pada keadaan penyakit ginjal kronik.
Tanda
dan Gejala
Tanda-tanda
gout arthritis yang
dapat kita ketahui adalah sebagai berikut:
1.
Adanya
peningkatan asam urat didalam darah.
2.
Terdapat
kristal asam urat yang khas.
3.
Terdapat
tophus yang telah dibuktikan dengan pemeriksaan kimia.
4.
Terjadi
lebih dari satu kali serangan nyeri di persendian.
5.
Adanya
serangan di satu sendi, terutama sendi di ibu jari kaki.
6.
Sendi
tampak kemerahan.
7.
Adanya
pembengkakan tidak simetris di satu sendi.
8.
Tidak
adanya bakteri saat terjadi serangan dan peradangan.
9.
Nyeri
di persendian lutut, pinggang, punggung, pundak dan sering buang air kecil.
Gejala-gejala
gout arthritis yang khas adalah nyeri
di persendian yang bisa menyebabkan terhambatnya aktifitas. Gejala lain yang dapat ditemui pada penderita
asam urat yaitu, permukaan kulit yang disekitar peradangan akan tampak merah
keunguan, terjadi peningkatan suhu di kulit yang terasa nyeri dan kulit akan
terasa panas dan terlihat mengkilat serta mengencang. Selain itu, gejala asam urat juga bisa
dilihat dari keadaaan tubuh yang tidak sehat seperti demam, menggigil dan rasa
tidak enak badan.
Patofisiologi
Dalam
keadaan normal, kadar asam urat di dalam darah pada pria dewasa kurang dari 7
mg/dl dan pada wanita kurang dari 6 mg/dl.
Dan apabila konsentrasi asam urat dalam serum lebih besar dari 7.0 mg/dl
dapat menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat. Peningkatan kadar asam urat serum dapat
disebabkan oleh pembentukan berlebihan atau penurunan ekskresi asam urat,
ataupun keduanya. Asam urat adalah
produk akhir metabolism purin.
Peningkatan
produksi asam urat atau hambatan ekskresi akan meningkatkan kadar asam urat
dalam tubuh. Asam urat ini merupakan
suatu zat yang pelarutannya sangat rendah sehingga cenderung membentuk kristal.
Penimbunan
asam urat paling banyak terdapat di sendi dalam bentuk kristal
mononatrium. Adanya kristal mononatrium
urat ini akan menyebabkan inflamasi
Serangan
gout tampaknya berhubungan dengan
peningkatan penurunan secara mendadak kadar asam urat dalam serum. Jika kristal asam urat mengendap dalam sendi,
akan terjadi respons inflamasi dan diteruskan dengan terjadinya serangan
gout. Dengan adanya serangan yang
berulang-ulang, penumpukan kristal monosodium urat yang dinamakan thopus akan mengendap dibagian perifer
tubuh seperti ibu jari kaki dan tangan.
Akibat penumpukan asam urat yang terjadi secara sekunder dapat
menimbulkan nefrolitiasis urat (batu
ginjal) dengan disertai penyakit ginjal kronis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar