Senin, 22 April 2013

GOUT ARTHRITIS


Asam Urat
Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin.  Dan dalam keadaan normalnya, 90% dari hasil metabolik nukleotida adenine, guanine dan hipoxantine akan digunakan kembali sehingga akan terbentuk menjadi adenosine monophospate (AMP), inosine monophospate (IMP) dan guanosine monophospate (GMP) oleh adenenin phosphoribosyl tranferase (APRT) dan hipoksantin guanine phosphoribosyl tranferase (HGPRT).  Hanya sisanya yang akan diubah menjadi xantin dan selanjutnya akan diubah menjadi asam urat oleh enzim xantin oksidase.
Asam urat termasuk asam lemah dan merupakan kristal putih yang tidak berbau dan tidak berasa serta sangat sukar larut dalam air.
Asam urat didalam darah di filtrasi secara bebas oleh glomerulus dan hampir seluruhnya di reasorbsi didalam tubulas proksimal ginjal.  Lalu sebagian kecil asam urat yang di reasorbsi tersebut kemudian akan disekresikan di nefron distal dan kemudian di ekskresikan melalui urin.

Kadar Normal Asam Urat
Kadar asam urat pada pria dan wanita berbeda.  Kadar asam urat normal pada pria 3,5 – 7 mg/dl sedangkan pada wanita 2,6 – 6 mg/dl, jika melebihi dari kadar tersebut maka dikatakan mengalami hiperurisemia.
Kadar Purin dalam Makanan
Bahan makanan yang mempunyai kandungan purin yang tinggi dapat meningkatkan kadar asam urat dalam urin sekitar 0,5 – 0,75 gr/ml.

 Kandungan Purin dalam Makanan
Kadar Tinggi
Sebaiknya Dihindari
(150-100 mg/100gr)
Kadar Sedang
Dapat dikonsumsi sekali-sekali
(50-150 mg/100 gr)
Kadar Rendah
Bebas Dikonsumsi
 (0-50 mg/100 gr)
·      Makanan laut/ikan: Ikan sardine,
·      Organ dalam: Hati ayam, ikan, kuah daging, otak ikan, ayam, dll.
·      Kacang-kacangan.

·    Daging : sapi, kambing, ayam, bebek, kalkun.
·    Makanan laut : kerang, kepiting
·    Sayuran : kembang kol, bayam, dll.
·      Roti, sereal, kopi, susu, telur, buah, beras, gula, tomat, dll.


Gout Arthritis
Gout adalah penyakit dimana terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi yang meningkat, pembuangannya melalui ginjal yang menurun, maupun akibat tingginya asupan makanan kaya purin.  Gout disebabkan kondisi cairan tubuh sangat jenuh akan asam urat berkadar tinggi.
Gout ditandai dengan serangan berulang dari arthritis (peradangan sendi) yang akut, kadang-kadang disertai pembentukan kristal natrium urat besar yang dinamakan tophus, deformitas (kerusakan) sendi secara kronis, dan cedera pada ginjal.
Gout arthritis atau disebut juga penyakit asam urat karena tingginya kadar metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi, yang tidak mampu difiltrasi oleh ginjal sehingga akan menjadi kristal asam urat yang akan mengendap dalam rongga sendi.  Penyakit gout terbagi atas 2 yaitu gout primer dan gout sekunder:
1.      Gout Primer
Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti.  Bisa merupakan gabungan dari faktor genetik dan hormonal yang mengakibatkan produksi asam urat berlebihan sehingga menganggu metabolisme tubuh.
2.      Gout Sekunder
Gout ini disebabkan oleh cara mengkonsumsi makanan yang tidak tepat.  Orang menderita penyakit gout sekunder cenderung  dalam memilih makanan lebih menyukai hidangan daging yang berpotensi meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.


Penyebab
Penyebab asam urat di bagi dalam 3 bagian, yaitu:
  1. Penyebab Primer
Yang berarti tidak ditemukan penyakit atau sebab lain, seperti kelainan genetik, fisiologi maupun anatomi.
  1. Penyebab Sekunder
Dapat diakibatkan oleh mekanisme over production (peningkatan produksi), seperti adanya gangguan metabolism purin pada defisiensi enzim glucose-6-phosphatase atau fructose-1-phospate aldolase.  Sedangkan mekanisme undersecretion (penurunan sekresi) juga bisa ditemukan salah satunya pada keadaan penyakit ginjal kronik.

Tanda dan Gejala
Tanda-tanda gout arthritis yang dapat kita ketahui adalah sebagai berikut:
1.      Adanya peningkatan asam urat didalam darah.
2.      Terdapat kristal asam urat yang khas.
3.      Terdapat tophus yang telah dibuktikan dengan pemeriksaan kimia.
4.      Terjadi lebih dari satu kali serangan nyeri di persendian.
5.      Adanya serangan di satu sendi, terutama sendi di ibu jari kaki.
6.      Sendi tampak kemerahan.
7.      Adanya pembengkakan tidak simetris di satu sendi.
8.      Tidak adanya bakteri saat terjadi serangan dan peradangan.
9.      Nyeri di persendian lutut, pinggang, punggung, pundak dan sering buang air kecil.

Gejala-gejala gout arthritis yang khas adalah nyeri di persendian yang bisa menyebabkan terhambatnya aktifitas.  Gejala lain yang dapat ditemui pada penderita asam urat yaitu, permukaan kulit yang disekitar peradangan akan tampak merah keunguan, terjadi peningkatan suhu di kulit yang terasa nyeri dan kulit akan terasa panas dan terlihat mengkilat serta mengencang.  Selain itu, gejala asam urat juga bisa dilihat dari keadaaan tubuh yang tidak sehat seperti demam, menggigil dan rasa tidak enak badan.

Patofisiologi
Dalam keadaan normal, kadar asam urat di dalam darah pada pria dewasa kurang dari 7 mg/dl dan pada wanita kurang dari 6 mg/dl.  Dan apabila konsentrasi asam urat dalam serum lebih besar dari 7.0 mg/dl dapat menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat.  Peningkatan kadar asam urat serum dapat disebabkan oleh pembentukan berlebihan atau penurunan ekskresi asam urat, ataupun keduanya.  Asam urat adalah produk akhir metabolism purin.
Peningkatan produksi asam urat atau hambatan ekskresi akan meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.  Asam urat ini merupakan suatu zat yang pelarutannya sangat rendah sehingga cenderung membentuk kristal.
Penimbunan asam urat paling banyak terdapat di sendi dalam bentuk kristal mononatrium.  Adanya kristal mononatrium urat ini akan menyebabkan inflamasi
Serangan gout tampaknya berhubungan dengan peningkatan penurunan secara mendadak kadar asam urat dalam serum.  Jika kristal asam urat mengendap dalam sendi, akan terjadi respons inflamasi dan diteruskan dengan terjadinya serangan gout.  Dengan adanya serangan yang berulang-ulang, penumpukan kristal monosodium urat yang dinamakan thopus akan mengendap dibagian perifer tubuh seperti ibu jari kaki dan tangan.  Akibat penumpukan asam urat yang terjadi secara sekunder dapat menimbulkan nefrolitiasis urat (batu ginjal) dengan disertai penyakit ginjal kronis.



           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar